Langsung ke konten utama

MAKAN KANDANG XII

Hasil laporan observasi pada tanggal 10 Desember 2015 oleh mahasiswa/i.
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah “ Komplek Makam Kandang XII “. Komplek ini terletak di
  Di komplek ini dimakamkan 12 orang Sultan Aceh beserta keluarganya . Antara lain adalah Sultan Syamsu-Syah memerintah tahun 1497-1514 Masehi, Sultan Ali Mughayat Syah memerintah tahun 1514-1530 Masehi, Sultan Salahuddin Ibnu Ali Mughayat Syah memerintah tahun 1530-1537 Masehi, Sultan Ali Riayat Syah AlQahar memerintah tahun 1537-1568 Masehi, Sultan         Syah Ibnu Sultan Ali Riayat Syah AlQahar memerintah tahun 1568-1575 Masehi, dan Sultan Malikul Adil memerintah tahun 1641-1676 Masehi. Makam nomor 6 dari barat dan makam nomor 3 dari barat hidup pada masa pemerintahan Ratu Tajul Alam.
Berikut adalah gambar makamnya :
                

Dalam komplek makam ini juga terdapat berbagai jenis nisan,
Dalam gambar tersebut dapat dilihat berbagai jenis nisan dan juga ada beberapa sarkofagus. Sarkofagus adalah makam yang terbuat dari batu, biasanya yang dimakamkan di dalam sarkofagus adalah para petinggi-petinggi.
           
Tujuan observasi kami yang kedua adalah “Komplek Makam Kandang Meuh”. Terletak di blab la bla . komplek makam kandang meuh ini terbagi atas 3 komplek. Komplek yang pertama adalah pemakaman sultan-sultan Aceh Darussalam dan keluarganya yang terdiri dari :1.Pocut Reumoh Geudong alias Meurah Limpah atau Pocut Lamsuepeung ( permaisuri Sultan Alaidin Ibrahim Mansur Syah) 2.Pocut Sri Banun (putri Sultan Alaidin Ibrahim Mansur Syah) 3.Sultan Alaidin Ibrahim Mansur Syah(1867-1870M) 4.Sultan Alaidin Muhammad Syah(1781-1795), 5.Sultan Alaidin Jauhar Alam Syah alias Sultan Husein(1795-1824M) 6.Putroe Bineu alias Pocut Meurah di Awan(Ibunda Sultan Alaidin Jauhar Alam Syah) 7.Tuanku Pangeran Husein, putra Sultan Alaidin Ibrahim Mansur Syah(wafat 1281H/1860M) 8.Tuanku Zainal Abidin, ayahanda Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah(1871-1939M) 9.Teunku Chik(kakak Sultan Alaidin Ibrahim Mansur Syah.
       
Di komplek ini juga terdapat berbagai jenis sarkofagus dan nisan-nisan. Namun ada sebuah makam yang sederhana karna permintaan sang empunya, makam tersebut adalah  milik Putroe Bineu atau Pocut Meurah di Awan. Berikut adalah gambar nisan dan sarkofagus :
        
           

Dalam komplek makam kandang meuh bagian yang kedua terdapat pemakaman dari : 1.Putri Raja anak Raja Bangka Hulu 2.Sultan Alaudin Mahmudsyah(1760-1764) 3.Raja Perempuan Darussalam 4.Tuanku Zainal Abidin dan  keluarga sultan lainnya. Mengapa komplek pemakaman sultan ini dinamakan kandang meuh? Karena pada sebuah makam tersebut ada emas peninggalan dari orang yang wafat tersebut. Masih ada perdebatan dimakam siapa sebenarnya emas itu berada. Ada yang mengatakan emas itu berada di makam nomor 2 atau nomor 3 dari pemakaman komplek kandang meuh bagian dua ini. Berikut adalah gambarnya :
   
Dalam komplek kandang meuh bagian yang ketiga terdapat makam pahlawan nasional Sultan Iskandar Muda. Namun ada yang mengatakan bahwa makam yang terdapat dibawah  bla tersebut adalah replika. Sedangkan yang asli terdapat dibawah pohon besar berdampingan dengan makam replika tersebut. Berikut adalah gambarnya :

   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKNA SYAIR PERAHU

Tugas Mata Kuliah Sejarah Pemikiran Modern II MAKNA SYAIR PERAHU DI SUSUN O LEH: Yuni Saputri   ( 140501008 ) Pembimbing : Imam Juwaini UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA PRODI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM TAHUN AJARAN 2016/2017 MAKNA  SYAIR  PERAHU  KARANGAN  HAMZAH  FANSURI 1.       Inilah gerangan suatu madah Mengarangkan syair terlalu indah Membetulkan jalan tempat berpindah, Disanalah I’tikaf di perbetul sesudah Maknanya : penulis yaitu Hamzah Fansuri ingin menyajikan sebuah syair dengan kata-kata indah  yang berisikan tentang perjalanan hidup manusia mencapai pulai kemenangan yaitu akhirat dan bagaimana membenahi iman agar ketika kita mengarungi jalan tersebut , kita  melaluinya dengan  sebaik-baiknya. Nilai yang terkandung dalam bait ini adalah nilai tauhid. 2.       Wahai muda, kenali dirimu, Ialah perahu...

ASAL MULA ORANG ACEH

ASAL-USUL ORANG ACEH Aceh terletak dibagian paling utara pulau Sumatra dan paling barat bagi kepulauan Nusantara.  Diperhatikan dari peta yang antara lain seperti digambar oleh sarjana Van Heekeren dalam bukunya yang turut memperhitungkan pernah terjadi kekeringan laut dan selat pemisah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dengan tanah besar Asia dimasa Gunung Es dalam zaman-zaman purbakala, maka terlihat letak Aceh ketika itu merupakan tanjung yang didampingi oleh teluk lebar sampai kemuara sungai Iriwadhy, Birma. Dibagian lain, ketimur Aceh terlihat kawasan yang menungkinkan dapat dilakukan perpindahan secara berjalan darat bagi makhluk purba yang belum mencapai kemampuan mangerungi laut. Setelah Sumatera, Jawa dan Kalimantan terpisah dari tanah besar Asia , maka disekitar masa 10.000 tahun sebelum Isa tampillah di Indonesia jenis manusia awal yang sempurna ( Homo Sapiens ). Sisanya berupa tengkorak (fosil) dijumpai di Wajak, dekat pantai selatan Jawa Tengah. [1] Di Aceh, zaman p...

TRADISI REUHAB DI NAGAN RAYA

BAB I : PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Kebudayaan adalah segala hal hasil karya makhluk hidup baik hasil dari masa lalu maupun hasil untuk masa depan. Kebudayaan juga lahir dari kebutuhan manusia itu sendiri. Maka dari itu tentunya budaya sangat berhubungan dengan seluruh aspek kehidupan manusia. Namun dalam agama Islam, setiap jengkal kehidupan manusia telah diatur oleh Allah SWT, dan ketetapan tersebut dijadikan sebagai budaya oleh manusia, umat Muslim khususnya. Dalam hal kematian, Islam juga telah mengatur semua hal. Mulai dari bagaimana mengurusi jenazah hingga hal-hal yang berkaitan dengan kematian tersebut yang memberi dampak positif bagi jenazah maupun keluarga yang ditinggalkan. Misalnya seperti hal yang berkaitan dengan jenazah adalah memandikan, mengafankan, menyalatkan hingga menguburkan jenazah. Sedangkan hal yang berdampak positif adalah adanya anjuran untuk mendoakan jenazah. Di Aceh, khususnya di Desa Alue Tho kecamatan Seunagan kabupa...